Di Indonesia ubi kayu (singkong) merupakan makanan pokok
ketiga setelah beras dan jagung. Indonesia merupakan negara penghasil ubi kayu
kedua di dunia, setelah Brazilia. Produksi ubi kayu rata-rata di Indonesia
adalah 9,5 juta ton per hektar per tahun, sedangkan produksi rata-rata dunia
adalah 10 juta ton.
Di Indonesia dan daerah-daerah tropis lainnya, ubi kayu
mempunyai arti ekonomi terpenting di antara jenis umbi-umbian lainnya, sebab
selain dapat dikonsumsi langsung, umbinya dapat dijadikan tepung tapioka,
gaplek, pelet, tape, dekstrin, lem, kerupuk, dan lain-lainnya. Tape ubi kayu
sendiri dapat diolah lebih lanjut menjadi alkohol, sirup glukosa, sari tape,
sirup fruktosa, asam cuka, tepung tape, dan sebagainya. Dari tepung tape
selanjutnya bisa dihasilkan bahan pencampur roti, es krim, aneka kue dan
sebagainya.
Secara umum yang dimaksud dengan tape adalah suatu produk
fermentasi dari bahan-bahan sumber pati, seperti ubi kayu dan ketan, dengan
melibatkan ragi di dalam proses pembuatannya. Dalam tulisan kalli ini khusus
dibahas masalah tape ubi kayu. Dengan proses pembuatan tape ini, diharapkan
nilai energi ubi kayu meningkat dan kandungan asam sianida yang beracun akan
menurun.
Citarasa tape yang manis dan sedikit asam dibentuk melalui
serangkaian proses. Mula-mula pati yang ada di dalam ubi kayu dipecah oleh
enzim menjadi dekstrin dan gula-gula sederhana. Gula-gula yang terbentuk ini
selanjutnya dihidrolisis menjadi alkohol. Pada fermentasi yang lebih lanjut,
alkohol membentuk ester, yang merupakan pembentuk komponen citarasa tape.
Bahan-bahan:
- Ubi kayu
- Daun pisang
- Ragi
Peralatan:
- Baskom
- Nyiru
- Pisau
Cara pembuatan:
1. Ubi kayu dikupas dan dibersihkan dengan air. Selanjutnya dipotong kecil-kecil atau dibiarkan dalam bentuk utuh (di Jawa Barat disebut peuyeum).
2. Ubi kayu dikukus sampai matang. Kemudian dihamparkan di atas nyiru sampai dingin.
3. Ubi yang telah dingin kemudian ditaburi dengan ragi, sebanyak 0,5 – 1 persen dari berat ubi kayu yang digunakan. Peragian harus dilakukan secara merata.
4. Kemudian disimpan dan ditutup dengan daun atau plastik, bagian paling atas dari tumpukan ubi kayu ditaburi ragi lagi.
5. Setelah diperam selama 2 – 3 hari pada suhu kamar, tape atau peuyeum singkokng sudah jadi.
No comments:
Post a Comment